EDUKASI DAN INFORMASI UNTUK PELAUT

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 04 Desember 2021

PROSEDUR DALAM PEMBUATAN PERENCANAAN PELAYARAN (PASSAGE PLANNING)

Pengertian Passage Plan
Passage Plan adalah perencanaan pelayaran kapal dari suatau tempat ketempat yang lain dengan aman, cepat, dan ekonomis serta selamat sampai tujuan.
ADA 4 HAL YANG PERLU DI PERHATIKAN DALAM PEMBUATAN PASSAGE PLAN, YAITU :
1. Apparaisal (Penilaian)
2. Planning (Perencanaaan)
3. Execution (Tindakan/Pelaksanaan)
4. Monitoring (Pengecekan Ulang)
Untuk informasi selengkapnya, silakan simak video di atas!!!!!!, atau mampir aja di Journey At Sea!!!!!!

PERALATAN PEMADAN KEBAKARAN DI KAPAL (FIRE FIGHTING APPLIANCES)

Ada beberapa alat pemadam kebakaran di kapal yang biasa di sebut dengan (FFA) Fire Fighting Appliances, adapun alat tersebut sebagai berikut :
1. Fire Retardant Bulkhead
Sekat Tahan Api: Kelas sekat yang berbeda seperti Kelas-A, Kelas-B dan Kelas-C telah menggunakan kapal di atas kapal untuk konstruksi sekat di area seperti akomodasi, ruang mesin, ruang pompa, dll. Aplikasi utama sekat tersebut adalah untuk menampung atau membatasi penyebaran api di area sensitif.
2. Fire doors
Pintu tahan api dipasang di sekat tahan api untuk menyediakan akses dari yang sama. Mereka adalah tipe pintu yang dapat menutup sendiri tanpa pengaturan penahan.
3. Fire Dampers
Peredam disediakan di sistem ventilasi ruang kargo, ruang mesin, akomodasi, dll. Untuk memblokir pasokan oksigen yang berlebihan ke api. Untuk ini, perlu bahwa posisi buka dan tutup ditandai dengan jelas untuk peredam api.
4. Fire Pumps
Sesuai peraturan, kapal harus memiliki pompa kebakaran utama dan pompa daya darurat dengan jenis dan kapasitas yang disetujui. Lokasi pompa kebakaran darurat harus berada di luar ruangan dimana pompa kebakaran utama berada.
5. Fire Main Piping and Valves
Pemipaan utama kebakaran yang dihubungkan ke pompa kebakaran utama dan darurat harus dari jenis dan kapasitas yang disetujui. Isolasi dan katup pelepas harus disediakan di saluran untuk menghindari tekanan berlebih yang sama.
6. Fire Hose and Nozzles
Selang pemadam kebakaran dengan panjang minimal 10 meter digunakan di kapal. Jumlah dan diameter selang ditentukan oleh klasifikasi yang di atur. Nozel berdiameter 12 m, 16 m dan 19 m yang digunakan di kapal adalah tipe dual-purpose- Jet dan mode semprot.
7. Fire Hydrants
Selang kebakaran terhubung ke hidran kebakaran dari mana pasokan air dikendalikan. Mereka terbuat dari bahan tahan panas untuk mendapatkan paling sedikit terpengaruh dari suhu di bawah nol dan juga untuk memastikan bahwa selang dapat dengan mudah digabungkan dengan mereka.
8. Portable Fire Extinguishers (Aat Pemadam Api Ringan)
Tonton juga : Cara perawatan APAR yang benar
Alat pemadam api portabel CO2, Busa dan Bubuk Kimia Kering disediakan di akomodasi, dek dan ruang mesin yang dibawa bersama dengan sejumlah suku cadang sebagaimana ditentukan oleh peraturan.
9. Fixed Fire extinguishing system
CO2, Busa dan air digunakan dalam sistem jenis ini, yang dipasang di lokasi berbeda di kapal dan dikendalikan dari jarak jauh dari luar ruang untuk dilindungi.
10. Inert Gas System
Sistem gas dalam disediakan di kapal tanker minyak 20000 dwt ke atas dan yang dilengkapi dengan mesin cuci minyak mentah. Sistem IG adalah untuk melindungi ruang kargo dari bahaya kebakaran.
11. Fire Detectors and Alarms
Deteksi kebakaran dan sistem alarm dipasang di area Kargo, akomodasi, area dek, dan ruang mesin bersama dengan sistem alarm untuk memberi tahu adanya kebakaran atau asap sedini mungkin.
12. Remote Shut and Stop System
Shutdown stasiun jarak jauh disediakan untuk semua saluran bahan bakar dari tangki bahan bakar minyak dan solar di ruang mesin dan yang dilakukan dengan katup penutup cepat. Sistem penghenti jarak jauh juga disediakan untuk menghentikan mesin seperti pompa bahan bakar, pembersih, kipas ventilasi, ketel, dll. jika terjadi kebakaran di ruang mesin atau sebelum mengeluarkan sistem pemadam kebakaran tetap di E/R.
13. EEBD: EEBD (Emergency Escape Breathing Device)
digunakan untuk melarikan diri dari ruangan yang terbakar atau dipenuhi asap. Lokasi dan suku cadang yang sama harus sesuai dengan persyaratan yang diberikan dalam kode FSS.
14. Fire Fighter’s Outfit
Pakaian pemadam kebakaran digunakan untuk memadamkan api di kapal yang terbuat dari bahan tahan api dari jenis yang disetujui. Untuk kapal kargo setidaknya 2 pakaian dan untuk kapal penumpang setidaknya 4 pakaian harus ada di kapal.
15. International Shore Connection (ISC)
ISC digunakan untuk menghubungkan air di darat ke sistem kapal untuk memadamkan api ketika sistem pompa kebakaran kapal tidak beroperasi dan berada di pelabuhan, lay off atau dry dock. Ukuran dan dimensi adalah standar untuk semua kapal dan setidaknya satu kopling dengan paking harus ada di kapal.
16. Means of Escape
Rute pelarian dan lorong harus disediakan di lokasi kapal yang berbeda bersama dengan tangga dan penyangga yang mengarah ke lokasi yang aman. Ukuran dan lokasi dirancang sesuai peraturan.
Untuk Informasi lainnya silakan mampir disini : Journey At Sea

RADAR DAN CARA PENGOPERASIANNYA

1. Pengertian RADAR
Radar : Yang dalam bahasa inggris merupakan singkatan dari Radio Detection and Ranging yaitu suatu gelombang elektro magnetic yang berguna untuk mendeteksi, mengukur jarak dan membuat map benda-benda maupun informasi cuaca.
2. Fungsi RADAR
Radar kapal laut juga berperan sebagai pendeteksi target. Target yang dideteksi juga dapat dilihat melalui jarak jauh. Untuk cara kerja radar tersebut yaitu dengan mengirimkan gelombang radio. Nantinya, gelombang tersebut dapat memantulkan gema dengan ukuran kekuatan yang sesuai dengan keperluan dalam pelayaran.
3. Cara Kerja RADAR
Radar memiliki prinsip kerja sebagai berikut : Gelombang elektromagnetik akan dipancarkan melalui radar. ... Sebagian lagi akan dipantulkan ke arah yang berlawanan menuju ke radar (alat pemancar). Titik - titik hijau atau kuning, akan muncul sebagai lokasi target yang telah terekam atau terdeteksi.
Carara Mengoperasika RADAR Furuno Model 1623
Radar ARPA
Alat navigasi kapal ARPA dirancang khusus memberikan presentasi dari situasi navigasi kapal pada saat itu dan dapat memprediksi navigasi atau arah kapal beberapa saat kemudian dengan menggunakan teknologi komputer.
Untuk Iformasi Pelaut Lainya Silakan Mampir Di sini : Journey At Sea

BARINGAN 4 SURAT

Pengertin Baringan 4 Surat
Baringan 4 surat adalah salah satu contoh baringan istimewa atau (baringan khusus) yang merupakan baringan dalam penentuan posisi kapal dalam ilmu pelayaran dimana sudut sudutnya atau baringan relatifnya sudah ditetapkan.
Baringan 4 surat adalah baringan dengan sudut antara haluan sejati kapal dengan garis baringan sejati benda darat sebesar 4 surat (045°), atau dengan kata lain baringan relatif (Br) benda darat terhadap kapal adalah 045°. Disebut baringan 4 surat karena besaran 1 surat sama dengan 11,25°, sehingga 045° jika dikonversi kedalam satuan surat maka sama dengan 4 surat (1 surat = 11,25°).
Tonton juga video :
1. Metode baringan geser
2. Metode baringan silang

JENIS-JENIS KAPAL LAUT

Adapun jenis-jenis kapal laut sebagai berikut:
1. Kapal Ferry
Kapal yang satu ini merupakan jenis kapal penumpang yang berlayar dalam jarak terhitung dekat, seperti antar pulau. Penggunaan kapal feri sendiri cukup berperan di Indonesia. Kapal feri memenuhi syarat-syarat pelayaran di laut dan dipakai untuk berbagai aktivitas perjalanan di laut. Tempat berlabuhnya sering kali dibuat khusus untuk meletakkan kapal dengan cepat dengan penurunan dan pengisian yang mudah.
2. Kapal Barang
Sesuai dengan namanya, kapal ini difungsikan untuk mengangkut barang. Versi kapal laut yang kerap disapa cargo ship ini adalah segala jenis kapal yang membawa muatan barang perdagangan internasional, menyusuri lautan dan samudra dunia setiap tahunnya. Di Indonesia sendiri, jenis kapal ini digunakan untuk mendistribusikan bahan pangan dari seberang pulau ke pulau lainnya. Dengan adanya kapal barang, pemenuhan kebutuhan menjadi lebih mudah didapatkan. Dengan kapal ini, maka pemerataan distribusi kebutuhan pun juga semakin mudah. Kapal kargo pada umumnya di desain khusus serta dilengkapi dengan crane dan mekanisme lainnya untuk bongkar muat serta dibuat dalam beberapa ukuran.
3. Kapal Pesiar
Keberadaan kapal pesiar sangat bermanfaat dalam hal pariwisata. Jenis kapal ini membantu penumpangnya untuk lebih mudah menikmati keindahan suasana laut dengan menyediakan fasilitas hotel berbintang sebagai pendukungnya. Dengan fungsi yang demikian, design kapal ini dibentuk sangat indah sebagai daya tariknya. Sebagian kapal pesiar memiliki rute pelayaran yang selalu kembali berlabuh di titik awal keberangkatan. Lama pelayaran kapal pesiar bermacam-macam, tergantung dengan rutenya. Kapal pesiar berbeda dengan kapal samudra yang mengantarkan orang dari satu titik labuh ke pelabuhan lain, atau bahkan antar benua. Jenis kapal yang satu ini memang dikhususkan untuk penumpang yang membutuhkan sarana rekreasi dalam wahana kapal.
4. Kapal Tanker
Bermanfaat untuk mengangkut minyak dan semua bahan turunannya, kapal tanker memiliki desain lebih safety dibanding kapal angkut yang lain. Secara umum, kapal tanker terdiri dari dua jenis, yaitu product tanker dan crude carrier. Oil product tanker sendiri adalah jenis kapal tanker yang dikhususkan mengangkut hasil tambang minyak mentah yang belum diolah. Saat diangkut, barang dalam kapal ini dibedakan antara yang bersih dan kotor.
5. Kapal Konstruksi Lepas Pantai
Sesuai dengan namanya, kapal derek memiliki fungsi mengangkat barang berat. Dengan kemampuan tersebut, jenis kapal tersebut biasa digunakan untuk membantu konstruksi proyek lepas pantai. Keunggulannya yang lain adalah, kapal ini mampu mengangkat beban dari beratus hingga ribuan ton.
6. Kapal Perang
Kapal angkatan laut adalah jenis kapal yang dikhususkan untuk tugas militer dari angkatan laut. Sebagai kapal resmi negara, kapal angkatan laut memiliki keistimewaan tersendiri. Setiap kapal angkatan laut dipasangi bendera kebangsaan sebagai bentuk identitas.
7. Kapal Research/Survey (Penelitian)
Tonton juga : Cara Kerja Kapal Survey
Suatu penelitian dapat dilakukan dengan objek apa saja, termasuk juga segala spesimen yang ada di laut. Dari berbagai cabang ilmu yang ada hubungannya dengan riset lapangan di laut, tentu akan didukung oleh adanya kapal penelitian. Jenis kapal laut ini didesign khusus untuk keperluan peneliti dan investigator. Kapal yang kerap disapa kapal riset ini memiliki beberapa jenis sesuai dengan penggunaannya. Beberapa contohnya adalah kapal riset untuk oseanografi, hidrografi, perikanan, dan riset kutub. Kapal riset yang paling mendunia adalah kapal HMS Beagle yang membawa Charles Darwin untuk membuktikan teori evolusi dan berlayar selama lima tahun di kepulauan galapagos. Indonesia sendiri, memiliki kapal riset yaitu Geomarin III yang dinaungi oleh Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral.

LSA (LIVE SAVING APPLIANCES) DI KAPAL

Peralatan LSA Sebgai berikut:
1. Life Boat (Free fall dan David)
2. Life Raft
3. Rescue Boats
4. Life Jacket
5. Life Buoy
6. Immersion Suits
7. Epirb dan Sarts
8. pyrotechnics
9. Breathing Apparatus

Jumat, 03 Desember 2021

DRAFT KAPAL DAN CARA MEMBACA DARFT KAPAL

Draft kapal harus dipahami dengan baik oleh setiap crew deck di atas kapal, baik perwira maupun juru mudi, seperti membaca penunjukan draft kapal dengan benar serta cara menghitung draft di atas kapal.
Pengertian Draft Kapal Draft kapal adalah jarak tegak yang diukur dari garis air / permukaan air sampai pada lunas kapal (keel) yang dinyatakan dalam satuan meter dimana semakin besar muatan kapal maka semakin besar pula draft suatu kapal. Draft pada kapal berbentuk deratan angka yang ada pada lambung kiri dan lambung kanan kapal yang terletak di bagian belakang kapal, bagian tengah dan bagian depan kapal. Draft kapal digunakan untuk mengukur besaran badan kapal yang tenggelam dalam air untuk mengetahui berapa besar muatan yang harus dimuat tanpa membuat kapal over draft.
Cara Membaca Draft Kapal
Tonton juga : Cara Membaca Draft Kapal Part II
Over draft adalah suatu kondisi dimana kapal kelebihan muatan sehingga permukaan air melewati batasan garis muat yang diizinkan. Keadaan Over draft sangat membahayakn stabilitas dan keseimbangan kapal sehingga bagi setiap kapal yang sedang memuat muatan harus menghindari hal ini, demi keselamatan di laut.
Jenis-Jenis Draft Kapal
1. Draft dengan satuan meter, draft dalam satuan meter biasanya yang paling umum atau paling banyak ditemukan.
2. Draft dengan satuan Metrik, draft dalam satuan metrik biasanya digunakan bagi kapal kapal besar pada zaman dulu, meskipun banyak yang mengatakan bahwa pembacaan draft dalam sistem metrik lebih mudah dibandingkan dengan sistem satuan meter.

CEK SERTIFIKAT PELAUT ONLINE TERBARU

Cara cek sertifikat pelaut secara online, Anda bisa mengakses link berikut pelaut. dephub. go.id. Sehabis masuk ke halaman dephub, masukkan kode pelaut serta kode sertifikat yang Anda miliki.
LINK : https://pelaut.dephub.go.id/
Tonton juga : Cek sertifikat pelaut online, fisik belum terbit.
Sertifikat Keahlian Pelaut (COC):
1. Sertifikat Keahlian Nautika.
2. Sertifikat Keahlian Teknik Permesinan.
3. Sertifikat Keahlian Pelaut Radio Elektronika.

ETA (Estimated Time Of Arrival) dan ETD (Estimated Time of Departure) Serta Cara Menghitung ETA

STA adalah Standard Terminal Arrival Route,
STD adalah Standard,
ETA adalah Estimated Time Of Arrival atau yang diartikan sebagai waktu perkiraan kedatangan (tiba),
ETD adalah Estimated Time of Departure atau yang diartikan sebagai waktu perkiraan keberangkatan,
ATA adalah Actual Time of Arrival atau yang diartikan sebagai waktu pasti kedatangan,
ATD adalah Actual Time of Departure atau yang diartikan sebagai waktu pasti keberangkatan.

GPS KAPAL

GPS Receiver Penerima Global Positioning System (GPS) adalah sistem display yang digunakan untuk menunjukkan posisi kapal dengan bantuan Global positioning satelit di orbit bumi. Dengan mencatat posisi kapal, kecepatan, haluan, dan waktu yang diambil untuk menutupi jarak antara “dua posisi yang ditandai” dapat dihitung.

METODE BARINGAN SILANG

Tonton juga penentuan posisi menggunakan baringan geser
Baringan silang adalah penentuan posisi kapal dengan menggunakan dua buah benda darat seperti mercu suar, tanjung atau puncak gunung, dengan cari mengambil sudut baringan dari kedua benda darat tersebut dengan menggunakan Azimut sircle. Pengambilan sudut baringan dilakukan dalam waktu yang hampir bersamaan guna untuk mendapatkan posisi kapal yang akurat. Ada tiga hal yang harus diperhatikan sebagai syarat dalam baringan silang yaitu : Benda baringan harus lebih dari satu Selisi antara kedua garis baringan lebih besar dari 30° kedua benda tersebut terdapat dalam peta Bila kedua syarat tersebut di atas tidak terpenuhi maka kita tidak bisa menentukan posisi kapal dengan menggunakan baringan ini, atau ketika terdapat dua buah suar namun memiliki selisih garis baringan yang kurang dari 30° maka posisi kapal yang kita dapatkan tidak akurat. Sehingga hal ini akan berdampak buruk bagi keamanan navigasi kapal. Pada baringan silang posisi kapal dapat ditentukan dengan membaring kedua benda baringan, sehingga kedua garis baringan dari benda baring tersebut akan saling memotong pada satu titik. Perpotongan garis baringan 1 dan garis baringan 2 tersebut adalah posisi kapal.

P2TL (Peraturan Pencegahan Tubrukan di Laut)